Menulis Tafsir
Dr. Ahmad Sarwat, Lc.MA
Salah satu hikmah bawaan dari menulis tafsir adalah tiap hari jadi membaca Al-Quran. Tiada hari tanpa baca Qur'an.
Meski bacanya hanya seayat-seayat saja, tidak langsung berjuz-juz. Lagian toh dahulu Al-Quran memang turunnya juga seayat demi seayat, tidak turun sehari satu juz.
Selain itu setiap hari saya jadi 'dipaksa' baca beberapa kitab kuning sekaligus. Saya hitung-hitung setidaknya lebih dari 20-an kitab tafsir baik klasik maupun modern, baik bahasa Arab atau bahasa Indonesia. Mau tidak mau kudu saya buka setiap hari.
Dan karena konten Al-Quran itu luas sekali bagai lautan tak bertepi, maka saya pun ikut juga mengarungi samudera Al-Quran.
Dan begitulah tujuan belanja kitab, bukan sekedar pajangan penghias rumah dan buat keren-kerenan jadi background kalau nge-zoom, tapi untuk DIBACA.
Dan menulis tafsir memang butuh literatur, kalau tidak namanya mengarang bebas. Dan walaupun jumlah kitab tafsir jauh lebih banyak, setidaknya 20-an kitab tafsir inilah yang sering saya kebat-kebet tiap hari.
Saya urutkan berdasarkan timeline masa kehidupan para mufassirnya sebagai berikut :
1. 310 H - Jami'ul Bayan : Ibnu Jarir Ath-Thabari
2. 427 H - Al-Kasy wa Al-Bayan di Tafsir Al-Quran : Ats-Tsa'labi
3. 450 H - An-Nukat wal 'Uyun : Al-Mawardi
4. 468 H - At-Tafsir Al-Basith : Al-Wahidi
5. 516 H - Ma'alim At-Tanzil : Al-Baghawi
6. 538 H - Al-Kasysyaf : Az-Zamakhsyari
7. 546 H - Al-Muharrar Al-Wajiz : Ibnu 'Athiyah
8. 606 H - Mafatihul Ghaib : Fakhrudin Ar-Razi
9. 681 H - Al-Jami' li-ahkamil Quran : Al-Qurtubi
10. 745 H - Al-Bahrul Muhith : Abu Hayyan
11. 774 H - Tafsir AlQuranil Azhim : Ibnu Katsir
12. 911 H - Jalalain Mahali (864 H) Suyuthi (911 H)
13. 911 H - Ad-Durr Al-Mantsur : As-Suyuthi
14. 982 H - Irsyadul'Aqlissalim : Abu As-Su'ud
15. 1250 H Fathul Qadir : Asy-Syaukani
16. 1270 H - Ruhul Ma'ani : Al-Alusi
17. 1393 H - Tahrir wa Tanwir : Ibnu 'Asyur
18. 1401 H - Tafsir Al-Azhar : Prof. HAMKA
19. 1436 H - Tafsir Al-Munir : Dr. Wahbah Zuhaili
20. Tafsir Kemenag : Team Kemenag RI
21. Tafsir Al-Mishbah : Prof. Quraish Shihab
0 Komentar:
Posting Komentar
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.