Bagi guru yang menghendaki naik pangkat diwajibkan menulis karya tulis ilmiah (KTI). Kenaikan pangkat yang mensyaratkan adanya KTI itu dimulai dari pangkat golongan ruang IIIb ke IIIc. KTI sendiri meempunyai berbagai alternatif jenisnya, misalnya menulis modul, menulis artikel di suratkabar, menulis jurnal, dan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Meski beraneka ragam jenisnya, para guru masih sedikit yang mampu menulis KTI.

Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada hari ini Rabu 10 Desember 2014 mengadakan sosialisasi KTI bagi Guru di Kabupaten HSS bertempat di SKB Kab. HSS. Sebagai narasumber pada kegiatan ini adalah bapak Fahmi Rohliansyah, S.Pd., M.Pd. dan Iwan Yusi, S.Pd. Sedangkan para pesertanya adalah guru yang meliputi guru SD, guru SMP, guru SMA dan guru SMK yang ada di Kab. HSS.

Pak Asmuri
Pembukaan Sosialisasi KTI Guru Kab HSS oleh Pak Asmuri

Narasumber pertama, bapak Fahmi Rohliansyah membahas penulisan PTK. Beliau mengemukakan bahwa hal pertama yang dilakukan untuk memulai PTK adalah dengan mencatat masalah-masalah sehari-hari ketika proses belajar mengajar di kelas. Sebenarnya guru banyak sekali menemukan masalah di kesehariannya menjalankan tugasnya. Sayangnya masalah-masalah itu tidak dicatat. Padahal menurut Sugiyono yang dikutip beliau, 50% pekerjaan penelitian sudah dilakukan apabila kita (peneliti) mampu merumuskan masalah dengan jelas dan menggambarkan masalah yang sebenarnya.

Selanjutnya tedapat 2 pertanyaan besar yang harus diajukan ketika hendak membuat PTK, yaitu:
1. Apakah proses pembelajaran sudah baik?
2. Apakah hasil belajar sudah baik?

Berikutnya ada 4 tahapan dalam menulis PTK
1) Mengamati proses dan hasil belajar
2) Merasakan proses dan hasil belajar
3) Meninjau dan mengkaji teori proses belajar
4) Mengevaluasi hasil belajar

Mengamati proses belajar bisa dilakukan diantaranya dengan mengamati karakter dan perilaku siswa, seperti: motivasi, minat, kedisiplinan, gaya belajar, tingkat ketertarikann terhadap mata pelajaran, kesulitan belajar dan sejenisnya.

Terkait merasakan proses belajar, seorang pendidik apakah merasakan bergairah, dapat menikmati, aman dan nyaman ketika melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. Pada tahapan ini berarti masalah timbul dari aspek psikologis pendidik, misalnya rasa senang, rasa aman dan rasa nyaman yang dialami pendidik.

Pada tahapan meninjau dan mengkaji teori belajar bisa dilakukan dengan membaca banyak referensi atau diskusi lalu membandingkan dengan praktik pembelajaran sehari-hari apakah sudah sesuai dengan teori. Teori belajar yang ditinjau bisa dari segi teori, segi kriteria dan segi standar.

Mengevaluasi artinya membandingkan hasil belajar dengan tujuan pembelajaran, misalnya evaluasi formatif, evaluasi sumatif dan ujian akhir satuan pendidikan. Evaluasi formatif untuk mengukur apakah KKM KD sudah tercapai. Evaluasi sumatif untuk mengukur apakah KKM SK sudah tercapai. Lalu ada lagi, UN atau US untuk mengukur apakah KKM SKL sudah tercapai.

Terdapat kriteria yang harus dipenuhi agar sebuah masalah dapat diangkat untuk masalah PTK, yaitu:
1> Masalah berasal dari kelas
2> Tidak terlalu luas dan terlalu sempit
3> Dilandasi dengan data otentik
4> Ditemukan penyebabnya
5> Penting (urgen) untuk segera diselesaikan.

Ada 4 langkan menentukan tindakan untuk menyelesaikan masalah sebagai berikut:
a. Tindakan harus terkait dengan penyebab masalah. Ini syarat substansi yang harus dipenuhi.
b. Tindakan yang dipilih harus ilmiah (berdasarkan kajian teori)
c. Tindakan sebaiknya yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam praktik pembelajaran sehari-hari.
d. Tindakan harus sesuai dengan kemampuan baik dari segi pendidik, sarana dan biaya.


2 Komentar:

  1. Selamat pagi pak, lawas sudah kda batamuan mudahan p masih ingat haja lawan u, sukses selalu buat blog nya juga dan menulis KTI nya, jangan lupa pa berkunjung ke julianurrifani.blogspot.com blog nya hanyar di ulah jadi artikel nya masih 1, terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya masih ingat. tadi barusan ke blogmu dan sempat meninggalkan jejak :-d
      padahal tadi belum baca komentarmu ini

      Hapus